Senin, 03 November 2008
Santri yang Hilang???????????
Di sebuah padepokan, ada beberapa santri berguru, pada seorang Suhu, yang baru pulang menuntut ilmu dari negri yang jauh. Ada sembilan orang santri yang tekun mndengarkan petuah-petuah guru. Bertahun-tahun menuntut ilmu, padepokan itu kian dikenal, 9 santri yang berkhidmat pada guru tetap terus belajar, hingga makin bertambah murid-muridnya. Kesaktian Sang Guru kian tersohor ke seluruh penjuru desa. Akhirnya sang Guru berkata pada murid-muridnya." Wahai murid ku udah saatnya kita memdirikan sebuah padepokan yang lebih luas" kemudian sang Guru berjalan mencari tempat yang cocok untuk mendirikan padepokan yang lebih luas. Berdirilah sebuah padepokam di lereng bukit.Murid-muridnya masih sedikit, hingga hubungan mereka kian erat bagai saudara. Tahun- demi tahun berganti, murid bertambah, dan para santri ada yang harus pergi karena tugas, atau juga saat mereka harus menikah. Tapi didalam hati murid-murid itu telah terpatri, bahwa jarak tak bisa memisahkan hati yang sudah terpatri. Dengan berat hati, para murid-murid awal itu harus pergi...dan berpamitan pada Sang Guru. Pesan Beliau. "Dimana saja berada, kamu mesti harus berbuat,yang bisa memberi manfaat.Jangan pernah berhenti sampai ajal menanti"Pesan itu jadi bekal mereka menempuh jarak yang jauh dari padepokan.Salah satu santri ada yang harus pergi menyebrang lautan, ada pula yang harus tinggal disebuah dusun terpencil.semua dijalani dengan tetap menjaga hubungan dengan Sang MUrobbi.Bertahun-tahun santri itu pergi, kini padepokan itu telah kian besar dan megah. Ribuan santri berguru pada Sang Guru yang kian kesohor kesaktiannya. Tapi........saat jumlah santri itu kian bertambah, dan padepokan makin terkenal, terbersit berita, tak sedikit diantara mereka saling berselisih dan berebut posisi, ada yang khianat ada pula yang saling berselisih paham. Sang Guru tak henti-henti memberi nasihat untuk tetap menjaga ilmu yang telah diberi...Tapi tetap ada saja selisih yang terjadi.Hingga suatu hari Sang murid lama itu kembali.Segala kerinduan tercurah untuk kembali bersam dengan guru dan padepokannya. ia berkata pada Gurunya" Wahai guru, alangkah ruginya, murid-murid yang tak mau mendalami ilmu, karena ternyata di pedalaman sana, sulit sekali hidup tanpa ilmu darimu" Sang Guru cuma tersenyum, penuh arti,"Bagaimana aku ini guru...Aku terus diperjalankan untuk berjalan antar desa ke desa. ingin sekali aku terus bersama, tapi takdirku membawanya untuk terus berjalan???Apakah aku ditakdirkan untuk terus menjadi orang yang membuka lahan..hingga bila tampak waktu hasil akan dituai, aku harus pergi untuk memulai lagi???"Sang guru menjawab dengan bijak."Semua orang diperjalankan dengan takdir masing-masing yang ditetapkan.Tetaplah berjalan, dan teruslah menanam,hingga saat Tuhan akan tentukan dimana kamu akan dihentikan".Akhirnya Sang murid menemukan tempat, dimana dia bisa bergabung dengan kawan- kawan seperguruan.Tentu mereka tak pernah kenal, siapa dirinya, karena bertahun waktu telah memisahkan.Berbekal pengalaman di perantauan, dan rasa gembira karena rindu akan ketulusan Sang Guru, penuh semangat, dia mencoba menawarkan diri untuk masuk barisan bersama teman teman seperguruan.Tapi.................apa kata mereka????Siapa kamu....apa maksudmu kembali ke sini????Bukankah kamu murid yang telah lama pergi, dan tak pernah tahu apa yang terjadi selama ini??Kamu tak pernah hadir, saat Guru bersedih, saat bencana menimpa padepokan ini??.Ahhh. dalam hati Sang murid yang rindu itupun, menahan sedih,ternyata kawan-kawannya, tak pernah memahami arti hadirnya hati, mereka beranggapan harus selalu diiringi hadirnya fisikTernyata tak mudah untuk kembali saat masing-masing merasa diri lebih berarti. Bagaimana dan dimana ikatan hati yang selalu Sang Guru ajarkan selama ini. Akhirnya sang murid itupun pergi...dan terus berjalan dengan membawa hikmah. Bahwa dia memang diperjalankan untuk terus merangkai bagian-bagian yang terserak dari jalinan ilmu hikmah untuk nantinya siapa yang menyatu, dialah yang masing memiliki kalbu.Dengan atau tanpa padepokan itu.Asal tetap hatinya bersama Sang Guru............
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar