Minggu, 28 September 2008

Bersyukurlah

Assalamualaikum....
Harga-harga naik lagi....
Bersyukurlah..
kita masih bisa makan hari ini...
meski cuma dengan nasi dan garam
Harga-harga naik lagi
bersyukurlah kita masih punya
istri dan anak yang sehat
Saat sakit datang..
Bersyukurlah
kita masih bisa beli obat
tidak sampai dirawat
Saat harus dirawat di rumah sakit
Bersyukurlah..
Kita masih belum terlalu parah
Saat terhimpit banyak hutang
Bersyukurlah masih ada yang mau meminjamkan
Saat kita tak punya rumah untuk tinggal
Bersyukurlah
Karena masih ada kolong jembatan dan langit yang menjadi naungan
Saat kita kehilangan
Bersyukurlah
Masih ada iman...
dan senyuman..
untuk selalu melihat keindahan
betapa Allah dengan segala RahasiaNya
Menghamparkan kelezatan dan kepedihan di jejalanan kehidupan
Mengajarkan kita arti ketundukkan dan kepasrahan
Untuk tetap tegak berdiri
diatas kekuatan iman, yang kokoh menjadi energi
mengalirkan tenaga..
mengecilkan arti musibah...
bahwa semua atas kehendakNya
memberi energi jiwa...
untuk tetap melangkah karena Dia Sang Maha Pemberi
Yang senantiasa menjaga disetiap kedipan mata para hambaNYa

mengukur Fitrah diri

di ujung malam ramadhon,saat shalat tarawih tinggal sebaris jamaah yang datang,saya coba menghitung hari-hari.Dan merenungi lagi apa yang sudah dilalui di episode romadhon kali ini. Coba menimbang kembali adakah gerbang fitri benar-benar bisa kulewati dengan sesungguhnya fitri.sesungguhnya suci.Apa yang bisa menjadi ukuran diri. benarkah kita telah suci hati saat takbir datang disubuh hari???
1. Hakikat Fitri
Fitri,berarti kita telah terlahir kembali, dalam sosok yang ada dengan jiwa kembali pada titik nol sebuah penghambaan. Makna yang sering dikupas, tapi tak semua bisa rasakan kefitrahan. Dimana jiwa merasakan ladazatul iman penghambaan. Ghorizah tadayun keberagaman bergayut indah dipuncak kenikmatan. Kerinduan pada Kekasih yang maha Kasih, menari-nari dijiwa penuh kesejukan, Airmata rindu menemukan kekasih sejati,yang kembali terasa bersama gema takbir di pagi buta.Ahhh... ..bisakah semua itu kita rasakan,tanpa semua baju baru dan lezatnya ketupat lebaran. Tanpa semua itu,,,,dalam kesendirian di tengah takbir....ada kelezatan melebihi apa yang diri ini tampilkan. Itulah sejatinya fitrah diri....bila kita mampu menikmatinya. .saat itulah kita seperti terlahir kembali.Tanpa apa-apa, tanpa siapa-siapa yang ada hanyalah diri ini dan PemilikNYA.

2. Bagaimana mendapatkan hakikat Fitrah diri??
Tak semua orang dapat meraih fitri meski semuanya pasti menikmati hadirnya suasana hari raya ini. Cobalah kita renungi, dimalam-malam akhir, romadhon pergi.Tengok lagi diri ini. Hisab lagi amalan-amalan hati, agar kita tidak jadi orang-orang yang merugi Yang tak mampu menggunakan waktu mulia ini, untuk menjadi manusia robbani.Agar kelak kian bertambah insan mulia yang terlahir kembali untuk menghiasi dunia ditengah maksiat yang terus bersimaharajalela.
Ya Allah ... Biarkan iman untuk tetap ada dihatiku,dan berilah rasa cinta itu untuk tetap merindukanMU' '
Serasa saya haturkan taqoballahu mina waminkum,mohon maaf lahir dan batin.